Posts Tagged ‘agama’

Tokoh Agama Karimun Sepakati Hidup Rukun


Enam tokoh agama Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis 10 Februari 2011 di Mapolres Karimun menandatangani kesepakatan hidup rukun serta menjadi stabilisator dalam mengantisipasi dan meredam konflik horisontal bernuansa SARA.

Enam tokoh agama yang menandatangani kesepakatan itu merupakan anggota Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), masing-masing H Abu Samad dan Datuk Bustami Rajo Marah dari agama dan Ormas Islam. Jonathan Iskak dari Kristen, Ahong dari Konghucu, Effendi L dari Budha dan Budiyani dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).

Keenam tokoh agama sepakat untuk melaksanakan tiga hal yang tertuang dalam kesepakatan tersebut, pertama bersedia menetralisasi berbagai isu dan persoalan di tengah masyarakat sehingga dapat menghindari konflik SARA.

Kedua, bersedia mengendalikan situasi, menjadi stabilisator dan mediator bersama instansi terkait, seperti aparat kepolisian dan pemerintah daerah.

Ketiga, selalu bersedia berkoordinasi dan memberi informasi secara akurat dan terperinci kepada aparat kepolisian apabila terdapat gangguan kehidupan antarumat beragama.

Kesepakatan enam tokoh tersebut disaksikan Asisten II Sekretariat Kabupaten Karimun M Yasin, Wakapolres Karimun Komisaris Agus Yulianto dan Kepala Staf Komando Distrik Militer 0317/Karimun Mayor (Inf) Mischobbal serta puluhan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama.

Wakapolres Karimun Agus Yulianto mengatakan, penandatanganan kesepakatan itu bertujuan untuk mencegah dini kemungkinan meluasnya konflik horizontal baik antarumat beragama di beberapa daerah di Tanah Air.

”Kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan secara rutin. Dalam waktu dekat, kami akan menggelar silaturrahmi yang lebih besar dengan melibatkan organisasi keagamaan seperti Persaturan Gereja Indonesia (PGI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lainnya,” ucapnya.

”Kondisi Karimun yang sudah kondusif diharapkan makin mantap dengan adanya kesepakatan ini,” katanya.

Tokoh Islam Raja Atan mengatakan kerukunan hidup antarumat beragama terjalin sejak lama di Karimun.

”Kerukunan antarumat beragama tak usah diragukan lagi. Hal itu tampak dari toleransi yang tinggi ketika masing-masing pemeluk agama merayakan hari besar agamanya,” ucapnya.

Ketua PSMTI Karimun Budiyani justru meminta aparat kepolisian terhadap pendatang atau orang luar yang memprovokasi suasana yang sudah kondusif.

”Kalau orang Karimun sudah saling memahami, yang kami khawatirkan justru pihak-pihak dari luar. Kami berharap polisi mengawasi dan mendeteksi secara dini terhadap upaya provokasi dari pihak luar,” katanya.

Dikutip dari kepri.antaranews

Kepolisian Karimun Undang Tokoh Agama Untuk Cegah Konflik


Kepolisian Resor Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengumpulkan 145 tokoh agama, adat, masyarakat, serta ketua rukun tetangga dan rukun warga untuk mencegah konflik horizontal yang telah terjadi di beberapa daerah Tanah Air.

“Kami sengaja mengumpulkan mereka untuk bersilaturahim guna mengantisipasi meluasnya konflik di beberapa daerah,” kata Kepala Satuan Bimbangan Masyarakat AKP Rafizal Amin di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Rafizal mengatakan, pertemuan di gedung tersebut lebih bersifat silaturahim dengan fokus mewujudkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Masing-masing tokoh menyatakan komitmennya untuk tetap hidup rukun serta tidak terpengaruh dengan konflik bernuansa SARA, seperti kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah (8/2) dan Umbulan, Cikeusik, Pandeglang, Banten, Minggu (5/2), kata dia.

”Hidup rukun antarumat beragama, suku maupun adat yang sudah terjalin selama ini hendaknya dipertahankan. Pengamatan kami, situasi di tengah masyarakat sangat kondusif. Belum ada potensi atau kemungkinan meluasnya konflik di Jawa,” katanya.

Dia mengimbau, segenap lapisan masyarakat tidak terpancing dengan provokasi oknum tertentu sehingga dapat memperkeruh suasana.

”Jika ada masalah di tengah masyarakat, kami berharap seluruh tokoh agama, tokoh adat, suku maupun ketua RT dan RW bergerak cepat agar tidak berlanjut pada konflik fisik. Kami juga berharap ada koordinasi yang baik dengan polisi maupun pemerintah,” katanya.

Forum silaturrahmi yang dihadiri 145 tokoh lintas agama, suku dan adat tersebut berlangsung penuh keakraban.

”Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum mempererat jalinan silaturrahmi. Masyarakat Karimun sudah sejak lama hidup berdampingan secara damai, dan hal itu harus terus dipertahankan,” kata tokoh masyarakat Raja Umar Sum.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karimun Erman Zaruddin mengatakan akan memberdayakan keberadaan Forum Komunikasi Antaumat Beragama (FKUB) sebagai wadah menyelesaikan persoalan di masyarakat.

”Sesuai instruksi Kemenag, daerah diminta untuk mendorong terwujudnya toleransi antarumat beragama serta mengantisipasi konflik,” katanya.
Dikutip dari

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.