Kendala Listik Pelabuhan Parit Rampak Segera Teratasi


Kepala Bidang Energi Dinas Pertambangan Pemerintah Kabupaten Karimun, Masdianto, mengatakan kendala listrik di Pelabuhan Bongkar Muat Parit Rampak di Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau segera teratasi.

“Tahun ini akan kami laksanakan proyek pemasangan jaringan listrik di pelabuhan tersebut,” ucapnya di kantornya, Senin.

Secara pasti iaa tidak mengetahui kapan jaringan yang akan dibangun itu mendapat aliran listrik dari PLN.

“Tugas kami hanya memastikan jaringan itu sudah terpasang selambat-lambatnya menjelang akhir tahun ini,” katanya.

Meski demikian dirinya optimis tis jaringan yang akan dibangun itu segera mendapat aliran listrik dari PLN Ranting Tanjung Balai Karimun.

“Pelabuhan itu merupakan salah satu prasarana publik dan sekaligus pendukung investasi di Karimun, tentunya pelabuhan tersebut akan mendapat prioritas dari PLN,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jaringan listrik yang akan dipasang oleh Pemkab Karimun dimulai dari simpang Parit Rampak hingga kepelabuhan dengan panjang lebih kurang sekitar 2,5 kilometer.

Dengan asumsi jarak antara tiang sekitar 50 meter, sedikitnya yang dibutuhkan untuk pemasangan jaringan tersebut sekitar 50 batang.

Sebelumnya Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Firdaus, selaku operator pelabuhan bongkar muat Parit Rampak menuturkan salah satu upaya peningkatan pelayanan yang dilakukannya adalah pengajuan penambahan daya listrik di pelabuhan yang memiliki nilai strategis karena merupakan satu-satunya pelabuhan resmi ekspor impor di kawasan pemberlakuan free trade zone di Pulau Karimun Besar.

“Kami membutuhkan penerangan yang cukup sebagai langkah antisipasi kian meningkatnya pengguna jasa di pelabuhan itu,” tuturnya.

Dia juga memaparkan saat ini daya listrik yang dimiliki pelabuhan yang dikelolanya sebesar 25 KVA sudah tidak memadai lagi, untuk menerangi kegiatan bongkar muat pada malam hari.

“Bila PLN mengabulkan permohonan kami maka dalam waktu dekat aktivitas bongkar muat pada malam hari bisa kami lakukan,  setelah mendapatkan izin dari syahbandar,”  katanya.

Menurut dia agar pelayanan pelabuhan bisa optimal, idealnya pelaksana bongkar muat terbagi dalam tiga shift kerja sehingga sanggup melayani kegiatan bongkar muat selama 24 jam setiap hari.

“Saat ini pelaksana bongkar hanya dua shift yakni pagi dan siang.  Shift ketiga  belum terwujud sebab belum ada daya listrik yang cukup untuk menerangi aktivitas pada malam hari,”  ucapnya.

Oktober lalu, kata dia, pelabuhan itu sudah dilengkapi dengan mobile crane berkapasitas 25 ton dan forklift berkapasitas tiga ton.

“Penambahan peralatan itu juga untuk mendukung kegiatan bongkar muat barang demi peningkatan pelayanan,” ujarnya.

Dikutip dari kepri.antaranews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: