Guru Yayasan Budi Bhakti Terancam Tidak Terima Gaji


Sebanyak 29 guru di sekolah penyelenggara Program Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus milik Yayasan Budi Bhakti di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, terancam tidak menerima gaji.

“Sampai saat ini belum ada pencairan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari Pemkab Karimun. Terus terang dampaknya, sampai saat ini kami tidak bisa membayar gaji sejumlah tenaga pengajar,” ucap Ketua Yayasan Budi Bhakti, Budi Prayitno, di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Budi Prayitno mengaku sudah berulang kali mendatangi Bagian Keuangan Pemkab Karimun, namun juru bayar di instansi itu selalu mengatakan kas sedang kosong.

“Sudah lima kali saya mendatangi Bagian Keuangan, jawaban dari sana saya peroleh kas sedang kosong, belum ada pencairan, dan terakhir yang bersangkutan menjawab, belum ada perintah,” ujarnya.

Dia menuturkan tahun lalu pihaknya menerima BOP sebesar Rp6 juta setiap bulan untuk membayar gaji para guru.

“Terus terang dana itu yang sangat kami harapkan untuk membayar gaji guru, karena sekolah yang kami selenggarakan gratis sementara bantuan dari donatur jumlahnya belum begitu memadai,” tuturnya.

Berdasarkan penuturan Budi Prayitno, yayasan miliknya itu sudah berdiri sejak tahun 2001 dan mengelola sekolah pendidikan luar biasa.

Pada tahun 2006, sekolah yang dikelola yayasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku berganti status menjadi Program Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK).

“Semenjak tahun 2006 Pemkab Karimun setiap bulan selalu mengucurkan BOP sebesar Rp3.150.000, selanjutnya pada pertengahan tahun 2008 jumlah BOP yang kami peroleh ditingkatkan nilainya oleh Bupati Karimun menjadi Rp6 juta per bulan,” katanya.

Kemudian pada APBD Perubahan tahun 2010, jumlah BOP di sekolah itu ditingkatkan lagi melalui Ketua DPRD Karimun menjadi Rp10 juta perbulan.

“Berdasarkan penuturan Sekretaris Daerah Kabupate Karimun, kebijakan itu mulai diberlakukan pada tahun ini. Ttetapi, sampai sekarang BOP belum kami peroleh,” paparnya.

BOS

Mengenai Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk 234 siswanya dengan rincian sebanyak 64 siswa pendidikan layanan khusus dan 170 siswa dari anak putus sekolah, sampai saat ini pihaknya juga masih belum bisa menerima.

“Berdasarkan ketentuan sekarang, BOS langsung dikirim ke rekening Dinas Pendidikan Kabupaten, tapi sampai saat ini juga masih belum bisa dicairkan. Saya tidak mengetahui apa penyebabnya,” paparnya.

Dia menuturkan tahun sebelumnya pendistribusian dana BOS melalui Dinas Pendidikan di Provinsi Kepri cukup lancar.

“Setiap awal bulan dana itu sudah dikirimkan, tapi sesuai ketentuan sekarang pendistribusian dana BOS melalui pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Dikutip dari kepri.antaranews</a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: