Penjabaran APBD Karimun Terkesan Kabur


Komisi B DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2011 yang tertuang dalam Peraturan Bupati Karimun No 25/2010 kabur atau tidak jelas.

”Banyak kegiatan yang tertuang dalam Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011 kabur. Sebagian besar kegiatan tidak dijelaskan secara rinci lokasi dan pelaksana kegiatan,” kata Ketua Komisi B DPRD Karimun Adi Hermawan, di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Adi Hermawan mencontohkan kegiatan belanja kendaraan dinas sebesar Rp1,3 miliar yang tidak dijelaskan secara spesifik siapa yang melaksanakan kegiatan tersebut.

“Yang dipaparkan hanya pengadaan kendaraan dinas, tetapi tidak disebutkan dinas mana yang melaksanakan,” katanya.

Menurut dia, Komisi B berencana memanggil Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk menanyakan perihal ketidakjelasan penjabaran kegiatan atau proyek pada setiap pos anggaran APBD 2011.

”Kami akan memanggil Bappeda karena SKPD inilah yang menyusun penjabaran APBD,” ucapnya.

Wakil Ketua Komisi Suharsono mengatakan hal yang sama.

Menurut dia, 70 persen dari kegiatan yang tertuang dalam APBD 2011 tidak dijelaskan secara spesifik dan rinci.

”Ketidakjelasan pelaksana dan lokasi kegiatan menyulitkan kami untuk melakukan pengawasan. Kami tidak tahu apakah hal ini disengaja atau tidak. Yang jelas, kondisi jauh berbeda dengan penjabaran APBD 2010 yang secara detil memaparkan pelaksana dan lokasi kegiatan. Pada tahun ini hanya menyebutkan kegiatan dilaksanakan di Karimun,” ucapnya.

Sekretaris Komisi B Isnuriman Ismail mengatakan, ketidakjelasan pelaksana dan lokasi kegiatan mulai dari proyek bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Dia mencontohkan kegiatan pembangunan pagar sekolah senilai Rp335 juta di Dinas Pendidikan yang tidak disebutkan di sekolah mana, kemudian pembangunan jembatan dan jalan senilai Rp65 miliar serta proyek panggung rakyat sebesar Rp35 miliar.

”Seharusnya, kegiatan-kegiatan dicantumkan pelaksana dan lokasinya. Kekaburan membuat kami kesulitan melakukan pengawasan,” katanya.

Dikutip dari antara news

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: