Warga Pulau Ngal Keluhkan Penambangan Bauksit


Warga pulau Ngal, Kecamatan Kundur mengingat manajemen PT Bukit Merah Indah (BMI) terkait aktivitas penambangan bauksit di daerah itu. Sikap itu disampaikan Mn, seorang oknum guru di Ngal yang mengaku prihatin dengan kondisi di pulau tersebut sejak BMI beroperasi di sana.

“Saya mungkin tidak terlalu mengerti dengan kepentingan yang ada di pulau Ngal oleh perusahaan. Begitu juga dengan status bagaimana pulau itu bisa dieksploitasi. Tapi sebagai warga saya cukup prihatin dengan kondisinya saat ini. Baru tiga bulan  penambangan oleh PT BMI di pulau Ngal sudah terlihat dampak lingkungan bagi masayarakat pulau Ngal,” ujar oknum guru tersebut.

Dikatakannya, memang masyarakat yang memiliki tanah mendapatkan keuntungan berlipat-lipat dari hasil penjualan tanah mereka kepada PT BMI.

“Mereka yang menjual tanah ke BMI bisa membeli motor, tanah di Tanjung Batu dan membuat rumah,” katanya.

Ia menambahkan, sejak pulau tersebut muncul aktivitas pengerukan, pernah air sumur warga rasanya menjadi asin. Padahal kejadian ini sebelum pengerukan tidak pernah terjadi. Tidak hanya itu saat musim angin kencang atau ribut rumah-rumah penduduk hingga atapnya mau tercabut.

Hal itu dikatakannya, dahulu saat ada kejadian angin kencang atau angin ribut banyak bukit maupun hutan yang melindugi perumahan warga. Namun kini bukit dan hutan sudah mulai banyak ditebang untuk melancarkan aktivitas penambangan bouktsit.

“Saya hanya bisa mengingatkan agar pihak perusahaan tidak hanya memikirkan keuntungan tapi pikirkan juga lah keseimbangan ekosistem lingkungannya.  Karena hal itu kan yang lebih tahu mereka (BMI, red) dan pemerintah kalau warga jangan ditanya, kami tidak mengerti sama sekali,” katanya mengingatkan.

Tidak hanya tanah yang rusak, sejumlah produk getah yang sebelumnya banyak dijumpai di pulau Ngal, sekarang sudah berangsung-angsur punah.
Oknum guru itu menyebutkan, warga yang awalnya menoreh getah kini tidak bisa bekerja lagi karena produksi getah mereka terganggu.

Mn juga mengungkapkan, seluruh warga di pulau Ngal mendapatkan uang bulanan dari BMI sebesar Rp 800 ribu. Hal itu ditambah dengan bantuan 2 karung beras.

Sementara itu, seorang oknum PT BMI yang tidak mau menyebutkan namanya kepada Tribun di pulau Ngal mengatakan selama ini pihaknya belum ada menerima keluhan-keluhan dari warga terkait aktivitas penambangan bauksit mereka. Bahkan ia mengatakan masyarakat senang dan cukup terbantu dengan keberadaan BMI di pulau Ngal.

“BMI juga memberikan bantuan kepada setiap kepala keluarga di pulau Ngal ini. Kami juga membantu masyarakat membangun masjid di pulau ini” katanya membela diri.

Ia juga menambahkan baik pemerintah maupun instansi terkait yang menerbitkan izin Anasilas Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)  Kabupaten Karimun memberikan hasil penelitiannya bahwa tidak akan ada dampak berbahaya bagi penambangan PT BMI di pulau Ngal. Hal itu juga terkait dengan proses pembuangan limbah yang juga tidak dilakukan ke laut.

Dikutip dari tribun batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: