Perusda Karimun Bermasalah


Sorotan terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah Karimun atau Perusahaan Daerah (Perusda) Karimun memasuki babak baru. Jika sebelumnya sorotan datang dari Forum Peduli Aset Daerah (FPAD) Karimun, sekarang giliran PT Cipta Niaga Mandiri, kontraktor pengerjaan proyek air bersih Perusda sendiri yang buka suara.

Diam-diam, kontraktor asal Batam tersebut telah melakukan somasi terhadap Perusda Karimun terkait belum dibayarnya nilai kontrak pengerjaan proyek air bersih milik Perusda sekitar Rp 1, 3 miliar.

“Saya lupa somasi terakhir itu kapan, mengingat suratnya ada di dalam kantor saya. Tapi yang jelas sampai saat ini klien kami telah melakukan upaya somasi terhadap Perusda Karimun sebanyak tiga kali somasi. Itu dilakukan karena sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada itikad baik dari Perusda Karimun untuk membayar uang kontrak pengerjaan proyek air bersih dengan klien kami senilai kurang lebih Rp 1, 3 miliar,” ujar Sudirman SH, kuasa hukum PT Cipta Niaga Mandiri, Minggu (20/2/2011).

Pengacara dari Firma Hukum Tri Mandiri Justice, Batam tersebut juga mengklaim tindakan somasi PT Cipta Niaga Mandiri juga telah diketahui Bupati Karimun dan Sekretaris Daerah (Sekda) Karimun sebagai Badan Pengawas Kinerja Perusda Karimun melalui surat tembusan.

“Klien kami kecewa dengan sikap pihak Perusda Karimun. Mereka (Perusda, red) berjanji akan membayar lunas nilai kontrak proyek pada 24 Januari lalu tapi tahu-tahunya mereka mengatakan baru sanggup membayar sebesar Rp 100 juta. Itu terlalu kecil jika dibandingkan dengan Rp 1, 3 miliar. Klien saya benar-benar merasa kecewa,” sambung Sudirman.

Selain itu, sebagai bentuk keseriusan pihaknya menyelesaikan kisruh ini, Sudirman juga mengaku pihaknya telah melakukan pemasangan selembar spanduk di area tanki saluran air milik Perusda di Kampung Melayu, Bukit Senang, Kecamatan Karimun, kemarin.

Pada spanduk berukuran 2 x 5 meter tersebut, PT Cipta Niaga Mandiri mengingatkan kepada pihak Perusda untuk tidak melakukan perbuatan hukum apapun terhadap area tanki saluran air milik Perusda Karimun tersebut. Hal tersebut dilakukan berdasarkan pada pasal 1131 dan 1132 Kitas Undang-undang Hukum Perdata mengingat masih dalam sengketa.

“Pemberitahuan itu juga selain ditujukan kepada Perusda Karimun juga ditujukan kepada pihak-pihak lain yang tidak mengerti akan kisruh yang terjadi antara klien kami yakni PT Cipta Niaga Mandiri dengan Perusda Karimun. Dan tidak memanfaatkan situasi,” jelas Sudirman.

Kinerja Perusda Karimu dibawah pimpinan Direktur Utama Usmantono dalam beberapa waktu belakangan ini mendapat sorotan tajam. Sorotan itu muncul pertama kali saat evaluasi 1 tahun kinerja Perusda Karimun oleh DPRD Karimun.

Dikutip dari Tribun Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: