Studi Banding Lurah Habiskan Dana Hampir Rp 500 Juta


63 lurah dan kepala desa (kades), dan camat se Kabupaten Karimun berangkat ke Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (21/2). Tujuan rombongan ke kota kembang ini adalah mempelajari tata pemerintahan dan pengelolaan keuangan desa.

Rincian yang berangkat yakni, 32 kades, 22 lurah, dan 9 camat. Untuk studi banding selama lima hari itu, pemerintah mengalokasikan dana hampir mencapai Rp500 juta atau tepatnya Rp471.450.000 melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2011. Anggaran tersebut masuk dalam pos Bagian Pemerintahan Sekretariat  Kabupaten Karimun.

Pelaksana TugasAsisten I DR HM Hasbi, membenarkan jika rombongan Lurah dan Kades melakukan studi banding ke Kabupaten Bandung selama lima hari. ”Tujuan studi banding adalah mempelajari tata pemerintahan desa di Kabupaten Bandung. Juga mempelajari bagaimana cara mengelola keuangan desa yang sudah berjalan dengan baik di sana (Kabupaten Bandung, red),” terang Hasbi yang juga ikut bersama rombongan.

Mengapa mesti ramai-ramai dan harus ke Bandung? Hasbi menegaskan, kegiatan ini panitia teknisnya adalah Bagian Pemerintahan. ”Saya ikut karena masalah pemerintahan merupakan salah satu bidang tugas asisten satu,” bebernya.

Soal Bandung tujuan studi banding, dijelaskan Hasbi, karena di kabupaten ini kebetulan kelurahan sudah berdiri sendiri. Artinya, tidak lagi di bawah kecamatan, tetapi sudah menjadi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) layaknya dinas atau badan.

”Makanya, ini yang perlu kita pelajari juga,” terang Hasbi.

Disinggung besaran anggaran yang diperuntukan studi banding ini, Hasbi, mengaku tidak tahu pasti.

”Kalau tanya besarnya pembiayaan, yang tahu secara jelas adalah Bagian Pemerintahan,’’ kilah Hasbi.

Sementara keberangkatan rombongan lurah dan kades, serta camat ini, mengejutkan anggota DPRD Karimun. Karena besaran alokasi yang dianggarkan pada APBD 2011, tidak disebutkan.

”Memang ada anggaran studi banding lurah dan kades di pos Bagian Pemerintahan dalam APBD 2011. Tapi, jumlah anggaran dan berapa orang yang ikut serta, tidak dijelaskan secara rinci. Ini yang membuat kita (DPRD, red) bertanya-tanya,” tutur Ketua Komisi B DPRD Karimun Drs H Ady Hermawan, Senin (21/2).

Apalagi untuk camat, tidak disebutkan di dalam anggaran studi banding itu. Tapi sekarang mereka malah ikut dalam rombongan.

”Ini yang saya katakan tadi kalau anggaran tahun ini tidak transaparan dan tidak jelas. Tidak seperti tahun lalu yang dijabarkan seluruhnya item per item,’’ paparnya.

Dikutip dari Batam Pos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: