Gurindam 12 Pasal 10


10

Gurindam 12 Pasal 10

 

 

 

 

 

 

 

 

Pasal X

Hidup rukun si warga pauh
Karena berpegang pesan sesepuh
Dah sampaipun pasal ke sepuluh
Apakah tuan dah berpeluh

Ayat 1
“Dengan bapa jangan durhaka
Supaya allah tidak murka”

Gula jawa dimakan lalat
Lalat hitam warna berkilat
Dengan bapa jangan kualat
Kelak akan hidup terlaknat

Pada harta janganlah tamak
Mata silau jadi berontak
Ada ayah barulah anak
Pada beliau jangan tergamak

Masak lemak dan tumis udang
Beri kuah talam dihidang
Kepada anak harus disayang
Bakti ayah tiada terbilang

Dunia fana takkan baqa
Setiap insan akan tergoda
Kepada bapa jangan durhaka
Allah campakkan dalam neraka

Ayat 2
“Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat”

Dayang senandung didalam taman
Harap putra kembali kepangkuan
Ibu mengandung sembilan bulan
Tidak merasa menjadi beban

Bunga layu bunga melati
Tidak berharga lempar di kali
Kepada ibu harus berbakti
Merawat menjaga sepenuh hati

Ketawa dulu baru dibuka
Senyum dukulum waktu membaca
Kepada ibu kita durhaka
Tidak mencium baunya surga

Bunga kiambang aneka rupa
Warna merah harum baunya
Orang tua ikhlas dan rela
Reda allah datang bersama

Ayat 3
“Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ketengah balai”

Budak meral pergi mengail
Budak benama atan ismail
Anak diajar sedari kecil
Bila besar tidaklah degil

Pujangga bersajak diatas balai
Madah bicara sampai selesai
Menjaga anak janganlah lalai
Setelah besar kita tak lunglai

Pilar tegak terlihat megah
Pilar terletak dimuka rumah
Mengajar anak segala faedah
Bila besar kita tak lelah

Datang hadir segala arah
Melihat lomba gasing terindah
Anak lahir membawa fitrah
Harta berharga yang paling mewah

Ayat 4
“Dengan istri dan gundik janganlah alfa
Supaya kemaluan jangan menerpa”

Berperi bengis raja dahulu
Terhadap rakyat suka menipu
Beristri lebih darilah satu
bersikap adil sudah ditentu

barang seni didalam pura
letak ditempat akan dijaga
ladang sendiri rawat dan bela
jangan membabat lahan tetangga

membawa sirih adat meminang
berlaku adat orang bertunang
kepadan istri janganlah curang
disitu tempat menganga lobang

goni sarat dengan jerami
dibawa pedagang kepulau sugi
istri ibarat ladang suami
jagalah dengan sepenuh hati

Ayat 5
“Dengan Kawan Hendaklah Adil
Supaya Tangannya Jadi Kafil”

Kail gelama tengah lautan
Sampan dibawa penuh muatan
Adil seksama dalam berteman
Akan ingat dalam kenangan

Mari berjalan naik sepeda
Kota serang dipulau jawa
Mencari teman memilih bangsa
Semua orang tidakkan suka

Akhir zaman segera tiba
Tanda kecil sudah terasa
Jadilah teman bagai saudara
Selalu adil dan bijaksana

Indah nian kampung gelugur
Terbang berkawang burung tekukur
Kepada teman berlaku jujur
Pergaulan akan selalu akur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: