WN Singapura Meninggal di Hotel


Sim Hock Lai (43), warga negara Singapura meninggal dunia di kamar 403, salah satu hotel di Tanjungbalai Karimun, Jumat (25/2/2011) sekitar pukul 02:30 WIB. Belum diketahui pasti penyebab kematian kakek dengan alamat APT Blok 384 Bukit Batok West Avenue 5, nomor 15-320 Singapura 6560384 tersebut, hanya saja polisi menemukan obat-obatan kesehatan di dalam kamar.

“Visum sampai saat ini masih dilakukan. Tapi dugaan kita sementara ini, WN Singapura itu meninggal dunia karena sakit. Itu setelah kita ada menemukan obat-obatan kesehatan di dalam kamar saat peninjauan,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Ary Baroto Sik kemarin.

Dugaan polisi itu juga diperkuat dengan tidak adanya ditemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat Sim Hock Lai. Hal senada juga dikatakan rekan sekamar korban, Tee Leong Sing (43), WN Singapura lainnya. Sing kepada polisi dan pihak hotel mengaku tidak ada mendapati hal-hal yang aneh pada diri korban sebelum meninggal.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, WN Singapura dengan nomor passport E1226380C tersebut ditemukan tak sadarkan diri di depan pintu kamar hotel Jumat dini hari tersebut. Korban pertama kali ditemukan oleh rekan sekamarnya, Tee Leong Sing. Mr Sing mengaku heran begitu mendapati air di kamar mandi mengalir pada dini hari itu dengan pintu kamar mandi dalam keadaan tertutup. Saat dicek, ternyata kosong sedangkan rekannya Sim Hock Lai juga tidak berada di tempat tidur.

“Saat itu rekan korban Tee Leong Sing hendak mau kencing ke kamar mandi tapi tertutup. Saat digedor-gedor tak ada sahutan dari dalam sementara air di dalam kamar mandi terus mengalir, dan saat dibuka, ternyata tidak ada orang. Pada saat itu Mr Sing menjumpai Mr Lai sudah tergeletak pingsan di depan kamar hotel,” ujar Roni Susanto, seorang pegawai hotel kepada Tribun menuturkan.

Tak ingin rekannya bertambah parah keadaannya, saksi Tee Leong Sing langsung menghubungi resepsionis hotel untuk memberikan pertolongan dan dilarikan ke Puskesmas Tanjungbalai dini hari itu juga. Sayang, nyawa Sim Hock Lai tak tertolong.

Ditambahkan Roni, pihak keluarga korban sudah dihubungi dan diperkirakan sore kemarin sudah tiba di Tanjungbalai Karimun. Sementara itu, jenazah Sim Hock Lai sekitar pukul 12:00 kemarin masih diinapkan di kamar jenazah Puskesmas Tanjungbalai.

Jenazah pun sudah dikremasi dan dipakaikan pakaian layak lengkap dengan dasinya. Roni mengaku, korban baru kali ini menginap di hotelnya. Sim Hock Lai diketahui check in sejak 19 Februari lalu dan rencananya akan menginap di Tanjungbalai Karimun selama 2 pekan.

“Korban banyak menghabiskan waktu di kamar. Dia (Sim Hock Lai, red) juga gemar minum-minum. Dari wajahnya saya kira ia memang ada sakit karena pucat begitu wajahnya,” kata Roni mengakhiri.

Dikutip dari Tribun Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: