Polisi Temukan Boat Pancung Mencurigakan


Satuan Polair Polres Karimun menemukan satu unit boat pancung jenis fiber yang diperkirakan bernilai jual ratusan juta rupiah, Kamis (24/2/2011). Boat pancung tersebut memakai mesin berkekuatan 115 PK merek Yamaha dengan bahan buatan berasal dari fiber.

Boat pancung bernilai ratusan juta rupiah tersebut diketahui pertama kali oleh Ateng, seorang warga Kolong Bawah, Kelurahan Sungai Lakam, Kecamatan Karimun dan ditinggal begitu saja di belakang rumahnya yang berlokasi tidak jauh dari bibir pantai tersebut.

Belum diketahui siapa pemilik boat pancung jenis fiber tersebut, hanya saja polisi menduga boat pancung itu merupakan hasil tindak kejahatan seperti pencurian. Itu setelah seorang pengusaha pelayaran Singapura melaporkan kehilangan satu unit boat pancung jenis sejenis, Jumat (11/2/2011) lalu.

Saat ini boat pancung tersebut dalam pengawasan pihak Satpolair Polres Karimun dan ditambatkan di pos mereka di Kolong  Bawah. Ateng kepada polisi mengaku dirinya menerima telpon dari seseorang bernama Amin dari Malaysia dan minta ijin untuk menitipkan

boat pancung fiber tersebut di belakang rumahnya. Tapi tidak ingin terlibat dalam masalah karena Amin pun tidak menjelaskan asal  boat pancung bernilai jual ratusan juta tersebut, Ateng memilih melapor ke polisi.

“Tapi sayangnya pula, si Amin ini saat ini juga tengah bermasalah di Malaysia. Dia ketangkap menyelundupkan rokok ke Malaysia.

Akibatnya kita agak sedikit kesulitan untuk melacak asal-usul boat ini. Hanya saja, beberapa waktu lalu seorang pengusaha  pelayaran Singapura kepada bapak Kapolres (Karimun) melaporkan bahwa satu unit boat pancung miliknya serupa dengan boat

pancung ini hilang dicuri orang. Dan pelakunya diduga warga Tanjungbalai Karimun berdasarkan nomor passport nya,” ujar  Kapolres Karimun, AKBP Benyamin Sapta T Sik melalui Kasat Polair, AKP Adi Warman, Jumat (25/2/2011).

Adi juga mengatakan pengusaha pelayaran di Singapura itu juga telah mengirimkan nomor passport atas nama Budi, pria yang  diduga sebagai pelaku pencurian boat pancung fiber tersebut. Dan berdasarkan nomor passport tersebut, dikatakan Adi Warman,  Budi merupakan warga Tanjungbalai Karimun.

Namun begitu, Adi Warman mengaku belum mengetahui pasti kebenaran alamat Budi seperti yang tercantum di passport tersebut. Itu mengingat pihak imigrasi Tanjungbalai Karimun mengklaim passport tersebut diduga diterbitkan pihak kantor Duta Besar Indonesia di Malaysia.

“Pihak imigrasi menjelaskan, Budi ini passport nya pernah dimatiin di Malaysia karena melanggar keimigrasian. Passport yang dimilikinya ini, pihak imigrasi menduga diterbitkan Kedutaan di Malaysia,” ujar Adi Warman.

Dikutip dari Tribun Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: