Nelayan Kundur Keluhkan Penambangan Timah


Keberadaan PT. Timah yang sudah memasuki usia ke 36 tahun di  Kundur tidak memberikan kesejahteraan bagi sejumlah nelayan di Kecamatan Kundur  Barat / Sawang. . Malah banyak nelayan yang merasa dirugikan atas  penambangan PT. Timah di Laut Sawang ini yang sudah berjalan cukup lama ini. Rabu (02/3)

Penambangan PT. Timah di Laut Sawang dikarenakan, laut tersebut merupakan  areal  kuasa penambangan PT. Timah yang telah mendapatkan izin dari Pemerintah. Namun  penambangan ini juga banyak dikeluhkan sejumlah nelayan yang menjaring. Karena  ikan dilaut tersebut menjadi berkurang.

Salah seorang nelayan di Sawang Kecamatan Kundur Barat, Atan kepada tribun  mengatakan. Selama penambangan PT. Timah dilaut Sawang 36 tahun ia belum pernah mendapatkan bantuan dari PT. Tersebut. 10 meter jaring saja tidak pernah  diberikan oleh PT. Timah di Kundur ini.

“Malah yang terjadi terhadap penambangan ini nelayan menjadi dirugikan. Karena  ikan semakin berkurang. Padahal mata pencaharian saya sehari-hari hanyalah  melaut, namun saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya jga tidak melarang  penambangan timah di luat ini karena sudah kawasan dan areal PT. Timah,” kata  Atan Rabu (2/3/2011)  di Pantai Sawang.

Atan menambahkan, dalam satu kali tangkap ikan di laut sawang ini paling banyak  hanya mendapatkan dua atau tiga kilogram Ikan perhari. Ikan yang ditangkap  nelayan di Sawang ini hanya untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Atan menuturkan, untuk menjual ikan dipasar mungkin sudah tidak dapat lagi.
Ikan  hasil tangkapnya hanya untuk makan sehari-hari. Kadang saat ke laut dalam satu  hari pernah tidak membawa ikan pulang kerumah.

“Menjaring ikan ke laut hanya untuk makan sehari-hari. Kebutuhah ekonomi saat  ini sangat terjepati. Untuk makan sehari-harinya hanylah berpenghasilan dari tangkapan ikan ini. Saya hanya membeli nasi saja”, kata Atan.

Sementara itu Lurah Sawang, Sahrial mengatakan kepada tribun,
areal tempat nelayan Sawang memang merupakan kawasan penambangan PT. Timah yang  sudah memiliki izin dari pemerintah dan Timah juga merupakan perusahaan Negara.

“Namun saya mengharapkan dari PT. Timah agar nelayan ini diberikan fasilitas
berupa pompong dan juga mesin roben atau dompeng, agar nelayan ini bisa pergi  menjaring ke laut yang lebih jauh dan tidak dekat dengan penambangan Timah ini.  Nelayan di kawasan penambangan haruslah diberikan jalan,” kata Lurah Sawang  Sahrial

Namun, Sahrial mengatakan, PT. Timah sudah banyak berbuat bagi nelayan ini,  mereka setiap bulanya mendapatkan Rp 1 juta perbulan dan juga ada pembangunan  masjid dari Timah sendiri. Namun kepala lurah Sawang ini, tidak mengetahui  anggaran yang pasti bantuan diberikan Timah kepada nelayan karena masih baru  menjabat sebagai Lurah Sawang.

Sahrial mengakui, penambangan Timah belum menyentuh nelayan secara langsung. Sejumlah nelayan banyak meraskan dan mengeluhkan karena tangkapan ikan menjadi  sedikit.

Dikutip dari Tribun Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: