Tunawisma Terlantar di Puskesmas Karimun


Seorang pria tua yang diduga tanpa keluarga ditemukan terlantar di belakang Puskesmas Tanjungbalai Karimun, Jumat (4/3/2011) sekitar pukul 10:30 WIB.

Namun begitu, saat dibawa ke Puskesmas Tanjungbalai Karimun, pria yang diperkirakan menderita sesak nafas dan kedua kakinya terlihat bengkak itu sempat mendapat penolakan untuk dirawat.

“Pihak puskesmas sempat menolak untuk menanganinya saat kami bawa ke sana (puskesmas, red). Kata petugasnya kami disuruh minta surat keterangan dari dinas sosial dulu,” ujar seorang anggota Satpol PP Karimun.

Tudingan penolakan itu langsung dibantah Kepala Puskesmas Tanjungbalai Karimun, Dr Ade Kristiawan dan mengatakan itu sebuah fitnah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Itu fitnah, demi Tuhan kami (Puskesmas, red) tidak seperti itu. Kami tidak pernah membeda-bedakan calon pasien yang datang kepada kami. Mungkin tadi pagi itu hanya miss komunikasi saja. Sekali lagi tudingan itu tidak benar” ujar Dr Ade Kristiawan menjawab media di Puskesmas Tanjungbalai Karimun kemarin.

Ade kemudian menjelaskan bahwa tunawisma tersebut pernah sekitar 2 bulan dirawat di Puskesmas Tanjungbalai Karimun. Dan dikarenakan kerap membuat kegaduhan, sementara pihak lain juga tidak mendapatkan solusi, akhirnya pihaknya memilih membiarkannya.

Hal senada juga dikatakan Kepala Tata Usaha Puskesmas Tanjungbalai Karimun, Azmi. Kepada media, Azmi mengatakan pihaknya kemarin sempat membawa masuk tunawisma tersebut ke dalam Puskesmas namun karena gaduh dan tidak ada yang bertanggungjawab atas kondisinya, Puskesmas pun meminta Satpol PP Karimun untuk membantu mereka mendapatkan surat keterangan dari Dinas Sosial (Dinsos) Karimun agar dicarikan solusi penanganan.

“Saat dibawa ke sini (Puskesmas, red) tidak ada keluarga yang mengantarkan dan menjelaskan keluhan dia (tunawisma, red), jadi kami pun bingung musti lakukan apa. Apalagi saat itu ia cukup gaduh dan kami khawatir hal tersebut bisa berimbas kepada ketidaknyamanan pasien kami yang lainnya yang saat ini rawat inap,” jelas Azmi.

Saat Satpol PP Karimun membawa tunawisma tua itu ke kantor Dinsos Karimun di Poros, Kecamatan Tebing, namun kosong. Berdasarkan keterangan seorang pegawai, kantor Dinsos lagi kosong karena jumatan.

Alhasil, petugas Satpol PP Karimun dan sejumlah awak media kembali lagi ke Puskesmas Tanjungbalai Karimun yang berjarak sekitar 10 Kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Karimun di Poros itu.

Kali ini, perlakuan pihak Puskesmas mulai berbeda. Mereka terlihat mulai melayani tunawisma tua itu di ruang unit gawat darurat. Bahkan sejumlah perawat yang sedianya akan pulang, kembali lagi ke Puskesmas.

Mereka mulai terlihat sibuk memberikan bantuan dan pelayanan kepada tunawisma tua tersebut.

“Kita akan coba berikan bantuan di unit gawat darurat dulu ,”ujar Azmi, Kepala TU Puskesmas Tanjungbalai Karimun.

Tunawisma tua itu berdasarkan keterangan seorang anggota Satpol PP Karimun, ditemukan pertama kali di belakang Puskesmas Tanjungbalai Karimun, Jumat pagi kemarin.

Saat ditemukan, tunawisma tua itu berada dalam kondisi bugil. Sementara celananya hanya dipegangi begitu saja. Nada bicaranya pun kurang jelas.

Dikutip dari Tribun Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: