Hakim Tinjau Proyek Korupsi Causeway


Ketua majelis hakim menunda pembacaan putusan atas sidang dugaan tindak pidana korupsi proyek causeway (jalan penghubung) Tempat Pelelangan Ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri di Parit Rampak. Penundaan karena belum sepakatanya majelis hakim persidangan. Dalam kasus ini  terdakawanya adalah Ir Rusli Efendi, Pejabat Pembuat Komitmen, DKP Kepri,

Suwarno, Ketua Majelis Hakim menjelaskan penundaan tersebut lebih disebabkan oleh belum sepakatnya majelis hakim. Untuk itu, Suwarno meminta semua pihak baik terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk bersabar. Sidang akan kembali digelar Senin (14/3/2011) dengan agenda serupa.

“Sidang pembacaan putusan majelis hakim atas perkara dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Rusli Efendi yang rencananya akan dibacakan hari ini, terpaksa kami tunda karena masih ada hal-hal yang perlu kami lengkapi. Sidang akan kembali digelar Senin besok dengan agenda yang sama,” ujar Suwarno sambil menutup sidang, Rabu (9/3/2011) di Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun.

Sebelumnya, JPU yang dikoordinir oleh Hanjaya Candra, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun menuntut terdakwa Ir Rusli Efendi, PPK DKP Kepri tersebut dengan hukuman penjara 1 tahun 6 bulan, denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan dan mengganti kerugian negara sebesar Rp1,8 miliar secara tanggung renteng bersama dua terdakwa lain.

Dibuka Kembali

Seusai sidang pembacaan putusan dengan terdakwa Ir Rusli Efendi, PPK DKP ditunda dan ditutup, majelis hakim kemudian melanjutkan sidang perkara yang sama tapi dengan terdakwa berbeda yakni Martinus, Direktur PT Asterix Anugrah, Konsultan Pengawas proyek causeway TPI tersebut.

Sidang tersebut merupakan sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi ahli dari staf tekhnisi Universitas Sumatera Utara (USU), Yusandi Aswat ST MT. Disebut dibuka kembali karena terdakwa Martinus sebelumnya telah dituntut oleh JPU dengan hukuman penjara 1 tahun 6 bulan, denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan dan mengganti kerugian negara sebesar Rp 1, 8 miliar secara tanggung renteng bersama dengan 2 terdakwa lainnya.

”Bukti-bukti yang kami sampaikan di persidangan sebelumnya sudah cukup kuat akan tetapi akan lebih kuat lagi jika majelis hakim ke lokasi proyek sambil mendengarkan keterangan saksi ahli. Yusandi Aswat, saksi ahli tersebut hanya akan bicara berdasarkan volume proyek, bukan mutu dari proyek,” ucap Hanjaya Candra.

Berhubung dibuka kembali, JPU melalui Hanjaya Candra juga meminta izin kepada majelis hakim untuk menerangkan proyek serupa yang telah dilaksanakan pada tahun 2008 lalu. Izin tersebut pun diberikan majelis hakim dengan langsung menggelar sidang dilokasi perkara yakni di causeway TPI di Parit Rampak, Kelurahan Sungai Raya.

Dalam keterangannya, Yusandi mengatakan terdapat selisih volume pengerjaan proyek antara 112 meter dengan 350 meter berdasarkan Contrak Change Order (CCO) 1. Selain itu Yusandi mengaku telah terjadi perubahan causeway TPI tersebut saat ia meninjau beberapa waktu lalu dengan kondisi sekarang.

“Tekstilnya juga ada selisih, seharusnya 2000 meter persegi tapi berdasarkan tinjauan kami hanya 1. 549 meter persegi. Dulu saat pertama kali meninjau proyek ini, batu-batu ini, pasir ini belum ada, melainkan hanya tanah saja,” ujar Yusandi.

JPU, Hanjaya Candra juga menilai telah terjadi penyelewangan penggunaan dana APBN 2008 dan APBD Kepri 2008. Dikatakan Hanjaya, proyek pengerjaan sepanjang 200 meter, hanya menghabiskan dana sekitar Rp 750 juta dana APBD Kepri sedangkan proyek pengerjaan 62 meter malah menghabiskan dana APBN 2008 sebesar Rp 3, 7 miliar.

“Padahal proyek itu sama-sama dikerjakan pada tahun 2008 lalu. Kenapa yang 200 meter menggunakan dana APBD sebesar Rp 750 juta bisa selesai tapi proyek sepanjang 62 meter malah tinggi harganya yakni sampai Rp 3, 7 miliar dan itu pun tidak selesai dengan baik. Selain itu, proyek 2008 juga terindikasi ditimpa atau pengulangan lagi oleh proyek 2009. Seperti ini lah uang negara yang digunakan tersebut,” terang Hanjaya sambil menunjuk-nunjuk talut (dinding) causeway TPI tersebut yang terlihat mulai retak-retak sebelum dioperasikan.

Hanjaya juga menyebutkan telah terjadi penambahan bahan materil bangunan sekitar 1000 ton tanah dan 200 ton batu menggunakan dana dari PT Cahaya Cerah, kontraktor pelaksana pada 29 Mei 2009. Padahal saat itu telah melewati masa perawatan, 20 Mei 2009.

“Pengerjaannya dalam hal ini pengecoran juga tidak memenuhi standar. Seharusnya menggunakan adukan semen tapi kenyataannya hanya menggunakan cor tanah liat. Akibatnya, kontruksi proyek telah retak-retak karena tergerus air laut, mereka juga tidak mengindahkan perbandingan kontruksi yakni 1:3 berdasarkan CCO – 1,” sambung Hanjaya.

Kasi Intel Kejari Tanjungbalai Karimun itu juga mengatakan, proyek TPI tersebut sudah sepatutnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Karimun tapi kenyataannya tidak.

“Proyek ini seharusnya sudah selesai hingga ke titik T di tengah laut sana. Kapal-kapal pun seharusnya sudah bisa sandar di sini tapi kenyataannya di lapangan semuanya nihil. Begini lah jadinya uang negara yang digunakan itu,” ujar Hanjaya sambil mengupas-ngupas adukan semen di talut causeway TPI itu.

Kepada Tribunnews.com, Hanjaya mengaku saat ini pihaknya juga tengah membidik tersangka tambahan sebanyak 2 orang. Hanya saja Hanjaya belum bersedia membeberkan identitas buruannya tersebut.

“Benar, ada dua orang lagi yang kita incar untuk jadi tersangka. Siapa mereka, nanti lah kami buka ya,” kata Hanjaya sambil berlalu pergi meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Martinus, Direktur PT Asterix Anugrah, Konsultan Pengawas saat sidang kemarin mengaku baru kali ini melihat proyek causeway TPI tersebut.

Hal hampir senada juga dikatakan, terdakwa Rusli Efendi yang mengaku tidak tahu dengan keberadaan bahan materil bangunan berupa tanah dan batu tersebut paska habisnya masa perawatan.

Dikutip dari Tribun Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: