Warga Balai City Garden Kecewa Dengan Pengembang


Sejumlah warga perumahan Balai City Garden, Tanjungbalai Karimun meradang di kantor developer mereka, PT Mulia Property Link di Komplek Karimun Indah, blok A nomor 12B, jalan Ahmad Yani, Kolong, Senin (14/3/2011). Saking kesalnya, seorang warga bahkan sampai mengebrak meja.

Emosi konsumen terpancing saat salah seorang staf humas PT Mulia Property Link menolak permintaan konsumen untuk bertemu dengan pimpinannya. Bahkan Eko dengan nada bicara terkesan angkuh menantang warga untuk berdebat.

Berdasarkan keterangan Hendri, seorang konsumen, kehadiran warga secara bersama-sama di kantor developer tersebut merupakan puncak dari kekesalan dan kekecewaan mereka selama ini atas pelayanan yang diberikan. Satu diantaranya adalah terkait janji pemenuhan arus listrik ke rumah-rumah konsumen.

Tidak hanya itu, janji pengembang akan melayani arus listrik konsumen dari aliran listrik genset selama PLN belum memenuhi kebutuhan listrik mereka, dikatakan Hendri tak kunjung terealisasi.

“Sejak empat bulan lalu hingga sekarang, arus listrik kami tidak jelas. Padahal janjinya listrik sudah ada saat rumah mau ditempati, tapi kenyataannya, hanya janji saja,” ujar Hendri dengan nafas tersengal-sengal menahan emosi.

Hendri juga menilai pihak pengembang terkesan tidak serius melayani konsumen mereka setelah membeli perumahan tersebut dilakukan. Hal itu terbukti hampir setiap hari, konsumen perumahan tersebut mengeluh tapi tak ditanggapi dengan serius.

“Kalau pun ada arus listrik, itu hanya dalam skala kecil dan kami dipaksa untuk bergiliran menggunakannya. Akibatnya, sejumlah barang elektronik dibeberapa rumah warga sudah ada yang rusak. Saat kami tanyakan, mereka (pengembang, red) malah terkesan menyalahkan PLN sedangkan ini tanggungjawab mereka. Apa permasalahan mereka dengan PLN itu bukan urusan kami, kami hanya menagih janji mereka bahwa akan memenuhi daya listrik kami,” sambung Hendri.

Sementara konsumen lain mengaku telah empat bulan terlambat dalam penyelesaian rumah yang mereka beli. Padahal ia sangat berharap rumahnya itu selesai agar tidak mengontrak lagi. Bahkan ia juga menuding konstruksi bangunan perumahannya itu jauh dari kesan bagus. Itu setelah semennya dengan mudah mengelupas.

“Janjinya Desember sudah siap tapi buktinya hingga sekarang rumah itu belum siap-siap. Akibatnya saya dan keluarga terpaksa memperpanjang kontrak. Konstruksi bangunannya pun tidak bagus, mudah mengelupas. Jujur saya kecewa dan menyesal membelinya, kalau tahu begini saya tidak mau membelinya. Tapi sekarang sulit untuk mundur lagi, kalau batalkan uang kami dipotong,” ujarnya penuh penyelesan.

Konsumen pun sepakat melayangkan mosi tidak percaya jikalau tuntutan mereka tidak dipenuhi pihak pengembang dalam waktu dekat.

Sementara itu, Eko Suprianto, staf humas PT Mulia Property Link kepada media dengan nada terkesan ketus mengatakan permasalahan listrik itu berada diluar kewenangan pihaknya. Eko bahkan terkesan lepas tangan dan menyalahkan PLN yang tidak mampu memenuhi daya listrik di Karimun terutama untuk perumahan Balai City Garden yang mereka kelola.

“Bapak-bapak jangan menyalahkan kami, salahkan PLN.  Kami sudah lakukan pendaftaran tapi PLN tidak mampu, kami bisa apa. Memang dalam perjanjian kami akan menyediakan arus listrik dari genset selama arus listrik PLN belum masuk tapi ini kan biaya besar, kami harus pertimbangkan lagi,” kata Eko ketus.

Dikutip dari Tribun Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: