Ratusan Polisi Amankan Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Karimun


Ratusan personel Kepolisian Resor Karimun, Provinsi Kepulauan akan dikerahkan untuk mengamankan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih pada Pilkada 5 Januari 2011 yang dijadwalkan di Gedung DPRD setempat, Rabu (23/3).

“Pengamanan pelantikan pasangan bupati terpilih masih menjadi bagian dalam operasi pengamanan pilkada. Kami tetap mengerahkan dua pertiga kekuatan atau sekitar 258 personel,” kata Kapolres AKBP Benyamin Sapta, di Tanjung Balai Karimun, Minggu.

Selain fokus pada pengamanan di Gedung DPRD, tempat prosesi pelantikan, sebagian personel yang dikerahkan tersebut ditugaskan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah kabupaten.

Ke-258 personel yang dikerahkan, lanjut dia, sebagian berasal dari Markas Polres dan sebagian lagi berada di tingkat kepolisian sektor.

“Setiap personel punya tanggung jawab untuk mengamankan wilayahnya masing-masing,” katanya.

Menurut Benyamin, situasi kamtibmas saat ini cukup kondusif, dia berharap situasi tersebut tetap terjaga hingga prosesi pelantikan selesai.

“Kami tetap siaga mengantisipasi segala kemungkinan. Dan itu sudah menjadi tugas kami untuk mengamankan kegiatan pemerintahan,” ucapnya.

Dia menjelaskan, prosedur pengamanan tetap sama seperti pada tahapan Pilkada sebelumnya. Personel intel tetap dikerahkan untuk mendeteksi dini adanya gangguan kamtibmas selama prosesi pelantikan.

“Kami juga mengimbau warga masyarakat agar tetap memelihara situasi kamtibmas yang kondusif seperti pada tahapan Pilkada yang telah lalu,” katanya.

Secara terpisah, dua warga Tanjung Balai Karimun masing-masing Romesco Purba dan Givson Nainggolan berencana menggelar demonstrasi berupa aksi teatrikal saat pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih.

“Permohonan menggelar demo teatrikal sudah kami sampaikan ke polisi. Aksi ini hanya diikuti dua orang, saya sendiri dan rekan Givson Nainggolan,” katanya.

Menurut Romesco Purba, aksi teatrikal tersebut merupakan bentuk kekecewaan keduanya atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karimun yang meloloskan Nurdin Basirun dan Aunur Rafiq sebagai peserta Pilkada.

“Kami menilai KPU tidak seharusnya meloloskan pasangan tersebut karena ijazah Mualim Pelayaran Intrainsuler (MPI) atas nama Nurdin Basirun yang digunakan sebagai syarat pencalonan. Ijazah MPI Nurdin kami ragukan keabsahannnya,” katanya.

Romesco Purba dan Givson Nainggolan sebelumnya menggugat kebijakan KPU meloloskan pasangan tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru, Riau.

Gugatan keduanya ditolak hakim PTUN Pekanbaru dan kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan.

“Kami masih menunggu putusan banding PTTUN Medan,” katanya.

Pasangan Nurdin Basirun-Aunur Rafiq kemenangan telak atas pasangan Syamsuardi-Syuryaminsyah dalam Pilkada tersebut, dan pelantikan bupati terpilih akan digelar 23 Maret di Gedung DPRD setempat.

Dikutip dari Kepri Antaranews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: