Musrenbang Dinilai Warga Meral Hanya Seremonial


Warga masyarakat di Kecamatan Meral menilai Musyawarah Rencana Pembangunan yang diselenggarakan pemerintah daerah setiap tahun hanya seremonial karena banyak usulan yang disampaikan tidak diakomodasi dalam program pembangunan.

“Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) hanya seremonial. Usulan yang kami sampaikan tidak pernah diakomodasi dalam program pembangunan melalui APBD,” kata Mawi, warga Kelurahan Baran, Kecamatan Meral dalam tatap muka bersama enam anggota DPRD Karimun di Kantor Lurah Meral Kota, Rabu.

Menurut Mawi, salah satu contoh program pembangunan yang diusulkan warga Baran adalah perbaikan drainase di Gang Awar Noor yang kerap kebanjiran saat musim hujan.

“Usulan perbaikan drainase tersebut sudah berkali-kali diusulkan dalam Musrenbang, bahkan sudah tiga pergantian camat namun tidak pernah dianggarkan dalam APBD,” ucapnya.

Selain itu, usulan perbaikan drainase di sekitar Pantai Pak Imam, Baran juga tidak pernah dianggarkan dalam APBD. Saluran drainase yang sempit di pantai tersebut juga memicu banjir saat musim hujan.

“Kami mengharapkan dua drainase tersebut diperdalam. Harapan kami, kunjungan reses dewan kali ini dapat menampung aspirasi kami yang tidak diakomodasi dalam Musrenbang,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan warga Meral Kota, Jurendi yang mengatakan usulan pengaspalan jalan di sekitar Mesjid Agung, persisnya di kampung Paya Cincin menuju PN Tebing juga tidak pernah disetujui.

“Sampai kini jalan tersebut belum tersentuh aspal walaupun warga berkali-kali mengusulkan dalam Musrenbang,” ucapnya.

Rizal Firdaus, warga lainnya mengatakan jalan penghubung dari Sei Pasir menuju Yayasan Bina Bangsa Meral juga belum tersentuh pembangunan.

“Jalan tersebut baru diperlebar menjadi enam meter dalam program padat karya Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri. Padahal pembangunannya sudah diusulkan dalam Musrenbang, namun tidak ditanggapi,” katanya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, salah seorang anggota DPRD Karimun Jamaluddin mengharapkan Musrenbang yang diselenggarakan mulai dari tingkat kelurahan/desa, kecamatan hingga kabupaten jangan sekedar seremonial.

“Usulan menyangkut kebutuhan vital masyarakat harus diprioritaskan. Namun demikian, kunjungan kami ini juga bertujuan untuk menampung usulan yang tidak terakomodasi dalam Musrenbang. Kami minta warga mengajukan usulan berdasarkan skala prioritas,” katanya.

Setiap usulan tentu tidak akan disetujui semuanya karena disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, kata anggota dewan dari PDI Perjuangan tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Raja Kamaruddin, anggota dewan dari Partai Golkar. Dia mengatakan masa reses dewan merupakan kegiatan di luar kantor yang bertujuan menampung aspirasi masyarakat yang belum terkover dalam Musrenbang.

“Kami berharap masyarakat jangan segan-segan menyampaikan usulan. Jangan sampai kami dianggap tidak bekerja ketika kebutuhan masyarakat tidak dianggarkan dalam APBD,” katanya.

Kunjungan reses yang dihadiri Camat Meral M Isnaini dan Lurah Meral Kota Hasan Hidayat itu dihadiri enam dari sembilan anggota dewan dari daerah pemilihan Meral – Tebing.

Keenam anggota dewan yang hadir tersebut, masing-masing Jamaluddin, Raja Kamaruddin, Rosmeri, Rodiansyah, Sudirman dan Iwan Kesuma Darmaja.

Selain menjaring aspirasi dengan warga Meral Kota dan Baran, anggota dewan juga menggelar pertemuan dengan warga Kelurahan Sei Raya, Meral.

Dikutip dari Kepri Antaranews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: