Warga Teluk Uma Ditangkap Karena Perkosa Anak Sendiri


Seorang pria warga Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, JA, ditangkap polisi dengan persangkaan memperkosa anak sendiri, sebut saja Mawar (23) yang ia cabuli sejak berumur delapan tahun.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Tebing Ipda Edward di Mapolsek Tebing, mengatakan, JA ditangkap di kawasan Puakang, Tanjung Balai Karimun, Senin 21 Maret 2011 pukul 10.00 WIB.

”JA kami tangkap setelah kepolisian menerima laporan dari Nur, istri tersangka yang juga ibu kandung korban,” katanya.

Menurut Edward, tersangka JA diduga telah berbuat cabul dan berkali-kali memperkosa anak sulungnya.

Dia mengatakan, tersangka yang berprofesi sebagai nelayan berbuat cabul dengan cara meraba-raba anaknya yang berumur 8 tahun dan mulai memperkosa sepuluh tahun kemudian.

”Berdasarkan keterangan korban, tersangka menggauli korban terakhir pada 12 Maret 2011. Tersangka mengancam korban jika perbuatannya diberitahukan kepada orang lain,” katanya.

Tersangka, kata dia, dapat dijerat dengan Pasal 285 KUHPidana jo Pasal 81 Undang-Undang No 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

”Saat ini kami masih memeriksa korban, saksi-saksi dan tersangka,” katanya.

Di tempat yang sama, korban Mawar mengatakan, tersangka kerap menggauli dirinya pada dinihari pukul 04.00 WIB saat pulang menangkap ikan.

”Saat itu, ibu tidak di rumah karena sedang bekerja di tempat pembuatan bakso. Yang saya ingat, bapak menggauli sebanyak lima kali, yaitu pada 5, 10 dan 12 Maret 2011,” tuturnya.

Dalam melakukan aksinya, lanjut Mawar, tersangka selalu memukuli jika keinginannya tidak dikabulkan dan mengancam bunuh atau mengusir kalau perbuatannya dilaporkan pada ibu.

”Kalau saya sampaikan pada ibu, bapak bilang sama saja saya menghancurkan rumah tangganya. Bapak menyuruh saya meminum obat peluntur atau pelancar haid merek Tuntas dan Kintamani agar tidak hamil. Obat tersebut belum saya minum dan sekarang saya terlambat haid selama 18 hari,” ucapnya.

Perbuatan tersangka terungkap setelah ibu korban menemukan obat tersebut yang disembunyikan di bawah ranjang korban.

”Semula saya menyangka obat tersebut punya adik Mawar yang sudah menikah, belakangan baru saya tahu kalau obat tersebut dibeli bapaknya untuk mencegah kehamilan,” kata Nur, ibu korban.

Nur berharap JA dihukum seberat-beratnya untuk contoh bagi bapak-bapak yang lain agar tidak tega menghancurkan masa depan anak sendiri.

”Saya ikhlas dia dihukum seberat-beratnya,” katanya.

Sementara, tersangka JA ketika ditemui mengakui perbuatannya. JA mengaku khilaf dan terlanjur menggauli anaknya.

”Waktu dia kecil hanya meraba saja, sedangkan hubungan intim sejak SMP. Saya tidak ingat berapa kali, yang jelas sudah berkali-kali. Tapi saya tidak mengancam bunuh, melainkan hanya mengatakan kalau Mawar mengadu pada ibunya, maka rumah tangga saya hancur,” ucapnya.

JA juga mengaku membelikan obat pelancar haid agar anaknya tersebut tidak hamil.

”Saya menyesal karena telah menghancurkan masa depan anak sendiri. Dan saya juga siap dihukum, pak,” katanya dari balik jeruji besi.

Dikutip dari Kepri Antaranews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: