Potret Sekolah di Pulau-Pulau Kecil Karimun


Kebutuhan berupa jalan penghubung dan dermaga baru bagi warga Desa Lebuh, sangat mendesak. Mendesaknya kebutuhan sarana transportasi warga Desa Lebuh ke Desa Penarah berupa jalan penghubung (jembatan) dan dermaga ini terungkap saat Reses DPRD Karimun di Desa Lebuh, Kundur Utara.

“Kalau pagi anak-anak kami yang nak (akan) berangkat ke sekolah di Desa Penarah, tak dapat lewat pak karena jalan penghubung (jembatan)-nya terendam air pasang, pak. Jadi mereka harus tunggu air surut dulu baru bisa ke sekolah, jadinya sering terlambat masuk sekolah,” ujar Abdul Malik seorang warga Desa Lebuh dalam reses itu kepada anggota DPRD Karimun, kemarin.

Aspirasi lainnya dari warga Desa Lebuh juga berkisar pada sarana prasaran vital lainnya bagi warga. Salah satunya dermaga di Desa tempat warga berhubungan dengan daerah lainnya, sudah ambrol. Sejak dibangun kontraktor pada 2007, dermaga kini sudah tak dapat lagi dimanfaatkan warga Desa berpenduduk sekitar 7000 jiwa ini.

“Padahal setahu kami dermaga Itu baru dibangun tiga tahunan lalu pak, sekitar 2007. Tapi sekitar pertengahan tahun 2010 sudah ambrol. Kita jadi sulit berusaha misalnya mencari ikan atau untuk menyeberang ke desa sebelah. Itu dermaga satu-satunya bagi kami pak,” ungkap warga lainnya dalam pertemuan reses tersebut.

Menurut warga desakan dan aspirasi mendesak itu sudah disampaikan berulang kali sejak pertengahan tahun lalu. Melalui Musyawarah Rencanan Pembangunan sampai Reses DPRD Karimun juga sudah disampaikan warganya.

Hanya saja karena sesuatu hal, aspirasi ini belum juga dapat terealisasi.
Zulfikar kepada Tribun mengatakan kalau aspirasi soal jembatan jalan penghubung dan dermaga sudah diterimanya saat reses terdahulu, dan aspirasi ini juga disampaikannya saat akan pembahasan anggaran.

“Tapi entah bagaimana aspirasi ini tidak terealisasi. Saya pribadi juga sangat sedih dan kecewa dengan tidak dimasukkannya aspirasi warga desa Lebuh yang sangat penting ini,” ungkap politisi Partai Hati Nurani Rakyat asal Daerah Pemilihan Kundur ini menandaskan.

Dengan adanya perihal seperti ini, Zulfikar dengan  tegas mengharapkan agar menjadi perhatian pemerintah daerah. Pada APBD Perubahan 2011 ini dia menegaskan agar aspirasi warga Desa Lebuh ini menjadi prioritas pemerintah daerah dalam penyusunan anggarannya.

Di samping belum adanya sarana memadai, kehadiran dokter siaga di desa ini juga sangat diharapkan. “Warga harus lewat laut ke Puskesmas Kundur Utara untuk membawa warga yang sakit. Untuk itu kita mendesak agar Dinas Kesehatan segera mengirimkan dokter siaga di Desa ini secepatnya,” ungkap Zulfikar.

Dikutip dari Tribun Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: