Anggota KPU Tersinggung Dengan Pelantikan Bupati Karimun


Empat orang anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karimun, Darman Munir SH, Risdyansyah, Hermawan Saputra SH dan Evi Herita Ssos melakukan aksi walk out dari Gedung DPRD Karimun, di jalan Canggai Putri, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Rabu (23/3/2011).

Mereka merasa tersinggung saat mengetahui mendapatkan tempat di luar ruang rapat paripurna istimewa pengucapan sumpah jabatan dan pelantikan bupati dan wakil bupati Karimun terpilih 2011-2016, Nurdin Basirun-Aunur Rafiq kemarin tersebut.

Mengingat acara pelantikan tersebut masih merupakan rangkaian dari Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Karimun, Darman Munir mengatakan seharusnya semua anggota inti KPU Karimun ditempatkan di dalam ruang rapat paripurna istimewa DPRD Karimun tersebut.

“Bukannya kita minta dihargai tapi etika dan aturannya harus seperti itu. Ingat, ini bukan upacara 17-an (Agustusan, red), kalau ini tak diundang pun kita tak masalah, ini kan sudah ada garisnya, ini kan rangkaian pemilukada, hanya tempatnya saja di dewan tapi masih dalam tahapan pemilukada. Dasar tak tahu aturan. Kalau tak tahu aturan, bertanya, dasar panitia penyengak,” ujar Darman Munir SH gusar.

Sementara itu, Ketua KPU Karimun, Zulfikri masih dihargai panitia dengan menempatkannya di dalam ruang rapat paripurna istimewa pelantikan bupati dan wakil bupati Karimun 2011-2016 tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Darman Munir SH, dirinya dan ketiga rekannya juga merasa heran dengan sikap panitia penyelenggara yang malah menempatkan orang-orang yang tidak terlibat langsung dan kepentingannya tidak terlalu berpengaruh dengan acara.

“Orang yang tidak ada sangkut paut dengan pemilukada saja, dapat duduk di dalam ruangan sidang. Saya merasa ragu dengan susunan panitia, mereka tak becus dan tidak profesional dengan tidak bisa menempatkan orang sesuai dengan porsinya. Kinerja seperti ini perlu dievaluasi,” kata Darman Munir dengan nada pedas.

Darman juga mempertanyatakan apakah panitia tidak baca undang-undang atau tak tahu undang-undang. Itu mengingat KPU itu, saat pelantikan bupati dan wakil bupati disebut komisioner. Dan dalam hal pelantikan bupati harus dihadiri oleh komisioner.

“Kalau boleh jujur, KPU itu seharusnya orang pertama yang harus dikondisikan. Bukan yang lain yang tidak ada pengaruhnya dengan pelaksanaan pelantikan tersebut. Satu hal lagi, KPU itu anggotanya ada 5 orang, bukan 1 orang,” geram Darman Munir SH.

Tokoh Nasional Cuma Wiranto Yang Hadir

Sementara itu, 5 orang tokoh nasional yang diundang panitia, hanya Wiranto, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang bisa menghadiri pelantikan bupati dan wakil bupati Karimun masa jabatan 2011-2016, Nurdin Basirun-Aunur Rafiq.

Empat tokoh lainnya yakni Aburizal Bakrie, Ketum DPP Golkar, Anas Urbaningrum, Ketum DPP Partai Demokrat, Akbar Tandjung, mantan Ketua DPP Partai Golkar dan Erman Sudibyo, pengurus DPP Partai Golkar berhalangan hadir.

Berdasarkan keterangan Elviyendra, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyaratak Sekretariat Daerah Kabupaten Karimun, ke empat orang tokoh nasional itu berhalangan hadir karena kesibukan mereka masing-masing.

Dikutip dari Tribun Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: