Parkir di Karimun Semakin Semrawut


Pelabuhan domestik dan internasional merupakan salah satu cermin suatu daerah. Sayangnya, pelabuhan Tanjung Balai Karimun yang menjadi pintu masuk dan wajah Karimun terlihat sangat semrawut. Penataannya terbilang lepas dari pantauan pihak terkait.

Terlihat di jalan Pelabuhan tepatnya di samping panggung rakyat Taman Bunga, atau tepatnya lagi di depan rumah dinas bupati Karimun, kesemrawutan sangat jelas terlihat. Kendaraan terparkir sangat tidak teratur. Malah belasan roda dua dan sejumlah roda empat terparkir di badan jalan.

Jika ada satu kendaraan roda empat berhenti tepat di pintu masuk pelabuhan, maka praktis kendaraan di belakangnya memanjang macet ke belakang. Kendaraan roda dua yang cepat bergerak, memaksa menyalip sela antara satu mobil ke mobil lainnya.

“Seharusnya pejabat-pejabat itu miris dan malu melihat ini, bang. Pelabuhan kan wajah sebuah kota, tapi pintu masuk dan keluarnya semrawut seperti ini,” ungkap Hendra seorang warga masyarakat saat Tribun mengabadikan suasana kesemrawutan wajah kota tersebut, kemarin.

Penataan yang dilakukan dari sebelumnya sudah dilakukan. Sejumlah kendaraan roda dua peruntukan parkirnya berada di depan bekas kantor PT Pelindo. Hanya saja, kurang memadai luas lahannya maka parkir kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat lainnya merangsek hingga ke badan jalan.

Seorang warga lainnya di lokasi itu mengatakan kalau parkir kendaraan roda empat sepatutnya berada di lahan parkir yang lebih luas yakni di Taman Bunga. Hanya saja karena ingin cepat mendapat penumpang, angkutan taksi plat hitam bahkan mobil pribadi banyak terparkir tepat di depan pintu masuk-keluar pelabuhan.

“Yang kita sayangkan mobil (kendaraan roda empat) harusnya parkir di lokasi parkir Taman Bunga itu, tidak di sini. Tapi kadang suka bandel bang. Ya begini jadinya nih,” ungkap warga yang biasa memarkir kendaraan roda duanya kawasan itu.

Ketua Kotabka (koperasi taksi dan angkutan barang Karimun), Juni mengatakan kalau upayanya mengatasi anggota tidak parkir di sembarang tempat sudah dilakukan. Salah satu caranya dengan memberikan tanda pengenal dan seragam bagi anggotanya.

Dengan mengenakan seragam yang sudah disiapkan, maka sesama anggota Kotabka akan mengetahui kewajiban dan haknya. Jika kendaraan anggota tidak terparkir kendaraannya di sembarang tempat, maka anggota lain bisa saling mengingatkan.

“Kita akui kesadaran masih kurang, sehingga banyak yang bukan sopir taksi yang jadi anggota kita ikutan antri di lokasi parkir yang minim itu. Karena mereka¬† tak tahu maka parkir semaunya supaya cepat dapat penumpang,” ungkapnya.

Juni membantah kalau kesemrawutan itu hanya disebabkan Kotabka saja. Pasalnya, parkir kendaraan roda dua yang berada di depan hotel Taman Bunga justeru menjadi pemicunya.

“Semrawut di pintu masuk dan keluar pelabuhan itu juga disebabkan parkir motor yang memakan badan jalan,” ungkap Juni yang dibenarkan Sekretarisnya, Jefri.

Untuk mengatasi kesemrawutan di pintu masuk pelabuhan itu yang terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat terhadap aturan lalulintas itu, Juni meminta pihak terkait, seperti DLLAJ (dinas lalulintas angkutan jalan) dan Satuan Polisi Lalulintas Polres Karimun melakukan tindakannya.

“Kita minta ada lah satu petugas di sana yang membantu mengatur parkirnya kendaraan. Supaya tidak semrawut seperti sekarang ini. Dari DLLAJ atau dari Satlantas kita harapkan dapat menindaklanjutinya,” ungkap Juni.

Dikutip dari Tribun Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: