Siswa di Kundur Berzikir Bersama Jelang UN


Ujian Nasioanal (UN) tinggal menghitung hari. Namun sebelum datangnya UN banyak sekolah telah lama mempersiapkan siswa-siswa menghadapi UN yang dimulai, senin (18/4) akan datang. pemberian penambahan materia belajar, try out hingga trobosan.

Sebagian sekolah juga melakukan rutin baca quran dan munasabah agar siswanya nanti bisa kosentrasi untuk menghadapi UN.

Seperti di SMA 3 Kundur, sekolah yang baru hampir 6 tahun berdiri di Kundur ter letak di Sungai Ungar ini. Untuk menghadapi UN sekolah melakukan zikir, yasinan dan munasabah bersama setiap Jumat. Selain iitu pihak sekolah juga banyak memberikan pemantapan materi bagi siswa yang ikut UN.

Selama 6 tahun berdiri jumlah siswa yang tidak lulus baru dua orang. setiap tahun siswa yang lulus mencapai 100 persen. SMA yang baru ini juga telah memiliki prestasi khususnya di bidang kesenian dan olah raga.

“Sebelum menghadapi UN ini Siswa telah banyak diberikan persiapan materi tambahan belajar, pengayaan, trobosan dan juga tambahan jam belajar di Sekolah”, kata Nuraizan Bagian Kurikulum SMA N 3 Kundur.

Menurutnya, mulai dari semester genap siswa ini diberikan tambahan belajar dari pukul, 14.30 sampai 15.30 hingga menjelang UN tahun 2011.

Ia menambah, tujuan selama penambahan jam belajar dan terobosan untuk pemantapan materi agar siswa siap menghadapi UN.

“Disamping pemberian bekal jam pelajaran, sekolah juga melakukan baca yasin dan munasabah bersama menjelang UN ini dengan harapan siswa bisa lebih kosentrasi dan tenang menjawab soal-soal di UN nanti. Alhamdulilah dengan selalu berdoa, zikir dan munasabah yang dilakukan sekolah tingkat kelulusan juga sangat baik”,ungkapnya.

Tahun ini menurut Nuraizan jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 121. Jurusan IPA 43 siswa sedangkan IPS 78 orang dengan jumlah lokal sebanyak 7 kelas.

Selain itu di SMA N 3 Kundur ini telah mempersiapkan pernak pernik dan meja, kursi untuk pengawas UN. Untuk meja pengawas pihak SMA 3 mempersiapkan kain meja berwarna kuning. “Sekolahkan mengundang pengawas dari luar, gak mungkin kursi meja pengawas tidak ditata dengan baik. Dengan dilakukan tata dengan baik setelah pengawas selesai mengawasi siswa dan istrahat mereka lebih tenang saat masuk ke ruangan”,tambah Nuraizan.

Seperti yang diberitan kemarin, pada tahun lalu Madrasah Aliyah Tanjung Batu siswanya hanya lulus lima orang. Namun pihak sekolah juga sudah mempersiapkan siswanya dengan tareget lulus tahun ini 100 persen
Sebagian siswa juga ada yang merasa resah, takut dan juga siap menghadapi UN yang terakhir ini. Hasil UN ini sangat menentukan kelulusan karena 60 persen hasil UN akan menentukan lulus dan tidak lulus.

Dikutip dari Tribun Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: