Mudahnya Membawa Timah Indonesia Ke Luar Negri


Selama hampir 3 tahun PT Uenindo Usaha Mandiri (UEM), sebagai perusahaan pengolahan pasir timah menjadi timah batangan di Desa Pangke, Kecamatan Meral selalu mengangkut timah hasil tambangannya dengan kapal-kapal rakyat, untuk dibawa ke Malaysia atau ke singapura. Bahkan, pemerintah daerah Karimun memberikan izin membawa hasil tambang timah menggunakan kapal penupang jenis roro ke luar negeri.

Kepala Cabang (Kacab) PT UEM, Musril berkaitan dengan belum tersedianya jasa layanan loading (pemuatan ke atas kapal, red) menggunakan kontainer.Musril juga mengatakan, kegiatan loading kontainer tersebut juga baru dilakukan di Singapura, salah satu destinasi ekspor timah batangan hasil olahan PT UEM selain ke Malaysia.

“Hal tersebut juga sudah koordinasikan dengan instansi terkait di Karimun seperti PT Pelindo. Dan mereka mengatakan tidak apa-apa asalkan semuanya dokumennya lengkap,” ujar Musril saat menggelar konfrensi pers di Pangke, Sabtu (16/4/2011).

Kacab PT UEM tersebut juga membantah keras isu ditengah masyarakat bahwa perusahaan mereka melakukan praktek penyelundupan timah batangan ke Singapura selama ini melalui pelabuhan kargo roll on roll off (roro) Parit Rampak, Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral.

Hal tersebut dibuktikan Musril dengan menunjukan surat Pengakuan Sebagai Eksportir Terdaftar Timah Batangan (ET-Timah) Nomor 13/DAGLU/ET-TIMAH/II/2009, tertanggal 9 November 2009 dan ditandatangani Direktur Jendral Perdagangan Luar Negeri, Diah Maulida.

“Saya rasa, dengan surat ini cukup membuktikan bahwasanya kami diakui untuk melakukan kegiatan ekspor timah batangan ke negara pasar kami,” terang Musril.

Terkait digunakannya pelabuhan roro, Parit Rampak sebagai tempat bongkar-muat timah batangan, juga dibuktikan Musril dengan surat persetujuan kegiatan bongkar-muat Nomor 550/DISHUB/3154/2008, yang ditandatangani Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Karimun, Cendra Nawazir, tertanggal 31 Oktober 2008.

PT UEM, dikatakan Musril, hingga Maret 2011 ini telah melakukan ekspor timah batangan sebanyak 3 kali yakni 51. 233 kilogram (kg) pada 1 Maret, 69 ton pada 17 Maret dan 51 ton pada 22 Maret 2011.

Untuk satu kilogramnya, PT UEM memberikan sumbangan ke pihak ketiga dalam hal ini Pemda Karimun sebesar Rp 1000 per kg. Untuk pusat, PT UEM membayarkan royalti sebesar 3 persen dari harga jual.

Tidak hanya itu, Musril juga mengatakan, PT UEM juga membuat program dana kompensasi kepada masyarakat per triwulan (3 bulan). Pada triwulan VIII  kemarin yakni periode 9 Desember 2010 hingga 9 Maret 2011, UEM telah menyerahkan uang tunai sebesar Rp 30 juta untuk masyarakat atau nelayan Desa Tulang, Kecamatan Karimun, dimana blok Kuasa Penambangan (KP) mereka berlokasi.

“Selain itu uang tunai sebesar Rp 3 juta sebagai dana operasional tim kompensasi Desa Tulang untuk triwulan VIII itu, juga telah kita serahkan. Bukti penerimaannya ada dan ditandatangani seorang perwakilan masyarakat atau nelayan Desa Tulang atas nama saudara Indrayana. Masih ada dana CD (Community Development) dan itu kita langsung kita serahkan ke Tim CD Kabupaten Karimun,” kata Musril.

Dikutip dari Tribun Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: