70 Kelompok Warga Desa Pangke Tuntut Transparansi Dana CD


Sekitar 70 kelompok warga Desa Pangke, Kecamatan Meral menuntut Tim Community Development (CD) desa mereka untuk transparan terkait dana CD anggaran tahun 2010 yang dicairkan tahun 2011 ini.

Pasalnya, mereka kecewa setelah pencairan dana proposal kelompok mereka jauh dari harapan. Akibatnya, 70 kelompok warga tersebut khawatir mereka tidak akan mampu menjalankan program pengembangan masyarakat yang telah mereka susun menggunakan dana CD pencairan tahun 2010 itu.

Yakub misalnya, satu dari 5 orang anggota kelompok penerima dana CD tahun 2010, mengaku kecewa setelah pengajuan pencairan dana CD sebesar Rp 74 juta yang telah diajukan Januari lalu hanya disetujui sekitar Rp 8 juta.

Rencananya uang sebesar itu akan dibagikan dengan 4 orang rekannya yang lain sebagai modal membangun warung seperti yang tertuang dalam proposal pencairan dana CD mereka.

Yakub pun terkejut, itu mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, ia dan kelompoknya menerima pencairan dana CD sesuai dengan besaran dana yang diajukan dalam proposalnya.

Sementara Tim CD Desa Pangke bergeming. Berdasarkan keterangan warga RT 003 RW 003 itu, Tim CD Desa Pangke mengaku terpaksa mencairkan dana sebesar itu dikarenakan ketidakcukupan dan. Sementara jumlah kelompok yang mengajukan proposal cukup banyak yakni sekitar 70 kelompok.

“Saya bukannya tak percaya, tapi dana CD Desa Pangke ini kan terbilang cukup besar hingga miliaran rupiah. Jadi kemana perginya dana sebanyak itu. Bukan apa-apa, dana itu adalah hak kami yang diberikan perusahaan-perusahaan yang ada didaerah kami,” kata Yakub heran.

Hal senada juga dikatakan Isnin dan Bujang Usman, dua orang warga asal RT 2 RW 4 Desa Pangke. Kedua warga kelompok warga peternakan itu juga mengaku mengalami nasib serupa dengan Yakub dan kelompoknya.

Isnin dan Bujang Usman dan 3 orang rekannya yang lain berencana dengan dana sebesar Rp 54 juta, akan membuat peternakan kambing. Tapi kenyataan itu diperkirakan pupus setelah Tim CD Desa Pangke hanya mencairkan dana sebesar Rp 8 juta.

“Namun dana itu baru dicairkan sebesar Rp 4 juta lebih untuk kami berlima. Sisanya, kami harus menunjukan kwitansi pembelian terlebih dahulu kepada mereka (Tim CD Desa Pangke, red), baru dicairkan. Kami bisa apa dengan uang sejumlah itu,” sesal Isnin sambil melebarkan keduatangannya.

Ironis memang, untuk kategori penerima dana CD di Kabupaten Karimun, Desa Pangke dan Desa Pasirpanjang termasuk dua desa dengan penerimaan dana CD terbesar. Angkanya bahkan sampai miliaran rupiah.

Warga sangat berharap dana tersebut dapat mereka nikmati sesuai dengan kebutuhan. Apalagi di Desa Pangke, untuk pencairan dana CD tahun 2010, lebih menitikberatkan pada Ekonomi Kerakyatan (Ekra).

Permasalahan klasik dana CD di Kabupaten Karimun sempat meluas beberapa waktu lalu bahkan hingga sekarang belum ditemukan jalan keluarnya. Itu setelah dana CD tahun 2007 yang berjumlah puluhan miliaran rupiah masuk ke dalam kas daerah.

Padahal dana tersebut murni kompensasi masyarakat dari perusahaan-perusahaan tambang batu granit dan bukan sumbangan sektor pajak di Kabupaten Karimun.

Masalah muncul ketika hendak dicairkan, dana CD tahun 2007 itu harus dicairkan berdasarkan persetujuan DPRD. Mengingat dana itu bercampur dengan dana sumbangan sektor pajak lainnya di kas daerah.

Dikutip dari Tribun Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: