Dishub Larang Oplet Parkir Didepan Pelabuhan Boom Panjang


Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau melarang angkutan kota atau oplet parkir di depan Pelabuhan Boom Panjang di Jalan Nusantara untuk mencegah kemacetan karena sempitnya ruas jalan dan menjaga ketertiban calon penumpang kapal.

Larangan tersebut disepakati dalam pertemuan antara Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Persatuan Tukang Ojek, Organda, Koperasi Angkutan Umum Kotradka dan Satlantas Polres Karimun di Kantor Dishub, Kamis.

“Kami akui pengoperasian Boom Panjang sejak Senin (27/6) mendatangkan rezeki bagi pengemudi angkutan umum, baik ojek maupun oplet. Namun, kami tidak bisa membiarkan oplet parkir di depan pelabuhan mengingat sempitnya ruas jalan,” kata Kepala Dishub Karimun Cendra Nawazir.

Ruas Jalan Nusantara lebarnya tidak sampai enam meter merupakan jalan satu arah yang sering macet, terutama pada pagi hari mulai dari Makolanal Tanjung Balai Karimun hingga Pasar Puakang.

Pengoperasian pelabuhan antarpulau dalam kabupaten itu menambah macet jalan akibat banyaknya oplet yang berhenti menunggu penumpang dari pelabuhan tersebut.

”Berdasarkan kesepakatan telah dicapai, oplet hanya boleh menaik-turunkan penumpang, tidak boleh parkir di depan pintu pelabuhan. Oplet hanya dibolehkan parkir sementara di sebelah kiri pintu pelabuhan, tetapi hanya untuk tiga oplet,” ucapnya.

Dia mengatakan akan memasang rambu larangan parkir di samping pintu pelabuhan dan mendirikan pos penjagaan untuk mengawasi aktivitas angkutan umum agar tidak menimbukan kemacetan.

”Kesepakatan ini berlaku efektif mulai 10 Juli,” ucapnya.

Dia berharap sopir oplet mematuhi kesepakatan tersebut sehingga tidak memunculkan kesan semrawut akibat oplet yang berhenti sembarangan.

”Jalan di Tanjung Balai Karimun terlanjur sempit, tidak mungkin diperlebar karena di kiri kanan sudah berdiri rumah toko,” ucapnya.
Hampir separuh dari panjang jalan di Tanjung Balai Karimun dan ditetapkan satu arah, termasuk Jalan Teuku Umar, Jalan Trikora, Jalan Pramuka dan Jalan Setiabudi.

Sebagian badan jalan sering jadi tempat parkir kendaraan roda empat dan dua sehingga ruas jalan bertambah sempit dan menimbulkan kemacetan ketika angkutan umum berhenti mencari penumpang.

Dikutip dari Kepri Antara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: