Pergaulan Bebas Remaja Karimun Kian Mengkhawatirkan


Meski mengakui tidak ada kesepakatan tertulis, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karimun mengatakan tetap komit membantu program-program pemerintahan yang bersifat memberikan pengaruh positif, salah satunya memberantas kenakalan remaja usia sekolah.

Budi Supjan SH, Sekretaris PHRI Kabupaten Karimun saat dihubungi Tribunnewsbatam.com, Rabu (15/2/2012), mengatakan pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada hotel dan penginapan yang jadi anggota PHRI Kabupaten Karimun yang kedapatan sebanyak 3 kali membiarkan remaja usia sekolah Kabupaten Karimun menginap ditempatnya.

“Sanksi itu bisa berupa pencabutan status keanggotaan PHRI-nya. Kita tentu tidak mau nama PHRI rusak oleh tindakan-tindakan yang tak bagus itu pasca diberikan sosialisasi terkait operasi pekat tersebut. Itu bukti kami (PHRI, red) komit mendukung pemerintah,” kata Budi Supjan SH.

Namun begitu, Budi juga mengharapkan tim operasi pekat dan pemberantasan kenakalan remaja bentukan Pemkab Karimun itu untuk bersikap profesional dan tetap mengutamakan kenyamanan tamu-tamu hotel anggota PHRI.

“Berdasarkan kajian lain, bentuk perbuatan-perbuatan kenakalan remaja belakangan ini sudah mulai bergeser. Jika dulunya di penginapan, kos-kosan dan hotel, sekarang banyak di luar, di tempat-tempat terbuka seperti pantai, daerah dataran tinggi. Kami harap itu bisa jadi pertimbangan tersendiri,” ujar Budi.

Apa yang dikatakan Budi, ada benarnya juga. Mengingat sasaran utamanya adalah pelajar nakal, tim operasi pekat belum optimal kemaren itu. Mereka menggelar razia di hotel-hotel, penginapan dan kos-kosan di pagi hari pada jam-jam pelajaran sekolah.

Pada jam-jam itu, kecil kemungkinan pelajar nakal menginap di hotel. Mereka kemungkinan banyak berada di warung-warung internet (warnet). Tapi sayangnya, hal itu tak dilakukan kemaren.

Lebih lanjut dikatakan Budi Supjan, saat ini PHRI Kabupaten Karimun memiliki jumlah anggota 35 hotel dan dua restoran. Sebanyak 3 hotel/wisma di Pulau Karimun Induk tutup karena tak sanggup bersaing.

“Untuk di Tanjungbatu sepertinya ada yang tutup juga cuma kami tak dapat data pastinya karena komunikasi yang tersendat di Tanjungbatu,” kata Budi diplomatis mengakhiri wawancara

Dikutip dari Tribun Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: