Pendalaman Alur di Karimun Suatu Keharusan


Ketua Dewan Pembina LSM Gerakan Tanpa Kompromi, Trio Wiramon, berpendapat pendalaman alur perairan laut Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, suatu keharusan  guna mendukung investasi dan memaksimalkan pendapatan dari sektor kepelabuhanan.

“Akan tetapi kegiatan itu harus dilaksanakan hanya setelah tersosialisasi dengan baik, transparan dan pemanfaatan material dari pengerukan laut seperti pemanfaatan pasir laut dan bijih timah dipastikan akan sesuai dengan ketentuan,” ucapnya di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Trio menjelaskan letak perairan Karimun yang strategis karena berbatasan langsung dengan alur pelayaran perdagangan tersibuk di dunia, Selat Malaka, sehingga wajar Pemkab Karimun membidik sektor maritim dan jasa kepelabuhan sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah.

Saat ini belum seluruh alur perairan area labuh strategis di Karimun memiliki kedalaman laut yang layak disinggahi kapal-kapal kargo internasional berukuran besar sebelum transit di pelabuhan Singapura.

“Sebab itu, pendalaman alur menjadi hal yang mutlak dilakukan,” ujarnya.

Dia memaparkan seandainya wacana Pemkab Karimun mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah pusat sehingga penataan dan pengeloaan area strategis perairan itu dilaksanakan secara terpadu tidak mustahil pengguna jasa pelabuhan transit di Singapura akan beralih ke perairan Karimun.

“Dengan kondisi perairan Karimun sekarang saja, setiap bulan sudah tidak terhitung jumlah kapal kargo internasional yang menyinggahi perairan Selatan Pulau Karimun Besar untuk lego jangkar dan “transhipment” (alih muatan kapal).

Lego jangkar dan alih barang kapal merupakan bagian dari 23 kegiatan yang dilakukan di area labuh tersebut.

“Bila pendalaman alur dilakukan diprediksi sejumlah kegiatan di area labuh yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka itu dapat ditingkatkan hingga 100 persen,” paparnya.

Publikasikan

Di tempat yang sama Ketua LSM Gerakan Tanpa Kompromi, Fitra Sukarna, berpendapat sebelum pendalaman alur dilaksanakan Pemkab Karimun harus tersosialisasi dengan baik termasuk mempublikasikan sejumlah titik yang akan diperdalam.

“Tujuannya untuk mengantisipasi masyarakat pesisir dan nelayan yang terkena dampak langsung dari kegiatan itu dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk meraih kepentingan sepihak,” katanya.

Dia mengaku di satu sisi pihaknya sangat mendukung terlaksananya kegiatan itu, selama dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami juga tidak akan segan berseberangan dengan pemerintah daerah bila tujuan kegiatan itu hanya sekadar ingin memakmurkan kelompok tertentu saja,” ucapnya.

Karimun Kecil

Fitra Sukarna berpendapat belum optimalnya pemanfaatan perairan Karimun, terutama perairan di sekitar Pulau Karimun Kecil (Anak) sebagai area labuh dan transit kapal bertaraf internasional, disebabkan pemerintah pusat belum serius menggali dan membangun potensi daerah.

“Sebagai contoh kegiatan pendataan potensi wilayah oleh pemerintah pusat beberapa waktu lalu, tidak memaparkan secara terperinci potensi pulau terluar Karimun Anak, padahal perairan itu sangat layak untuk dijadikan pelabuhan transit bertaraf internasional yang bisa menyaingi Singapura,” ujarnya.

Menurut dia, tidak butuh keahlian dan ilmu khusus untuk memaparkan potensi perairan di Selatan Pulau Karimun Besar dan Pulau Karimun Anak.

“Dari sisi manapun letak perairan itu strategis. Sebab itu, saya hanya bisa mengimbau pemerintah pusat maupun daerah agar berhati-hati menyikapi upaya dari pihak tertentu yang ingin mematikan potensi tersebut, seperti kegiatan pemasangan pipa bawah laut yang dapat menghalangi terwujudnya perairan itu sebagai area labuh internasional,” ucapnya.

Ia menuturkan peningkatan industri pelayaran yang sering diwacanakan pemerintah pusat, seharusnya mulai diwujudkan dari perairan Selatan Pulau Karimun Besar dan perairan Karimun Anak.

“Dari sanalah bisa dimulai upaya untuk meningkatkan industri pelayaran, kesejahteraan masyarakat dari sektor kepelabuhanan dan pengembangan wilayah serta menggerakkan dinamika pembangunan nasional dari sektor maritim,” tuturnya.

Selain itu, ia meyakini sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk membangun perairan tersebut secara terpadu, akan menyukseskan pelaksanaan program pemerintah pusat yang akan menjadikan Karimun sebagai salah satu Kawasan Strategis Nasional dan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau “free trade zone”.

Berdasarkan situs id.wikipedia.org, Pulau Karimun Anak adalah pulau terluar Indonesia di Selat Malaka yang berbatasan dengan negara Malaysia dan merupakan wilayah dari Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Pulau tersebut dapat dilihat dalam perjalanan feri dari pelabuhan Tanjung Balai Karimun menuju pelabuhan Harbour Front, Singapura.

Dikutip dari Kepri Antaranews

3 responses to this post.

  1. jangan nanti hanya menguntungkan segelintir pihak aja moga moga jangan seperti era sebelumnya saya rasa ini hanya trek semata dari segelintir……….. tau dah

    Reply

  2. saya rasa pndlmn alur ini hanya untuk kekayaan sebagian pihak yang egois aj kami msyarkt karimun udah tau siapa2 aja kelompok itu

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: